Health belief model adalah salah satu faktor yang menentukan mengapa individu mau dan tidak mau memanfaatkan layanan kesehatan ketika mengalami simptom penyakit tertentu (Sarafino, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pemanfaatan layanan VCT pada orang dengan perilaku beresiko tinggi tertular HIV/AIDS ditinjau dari helath belief model. Gambaran pemanfaatan layanan VCT ini dapat dilihat dari komponen-komponen health belief model yang dikemukakan oleh Becker dan Rosentock, yaitu perceived threat yang dilihat dari perceived seriousness of the health problem, perceived susceptibility of the health problem, cues to action dan perceived benefits and barriers.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan responden sebanyak tiga orang. Prosedur pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan theory-based/operational construct sampling. Penelitian dilakukan di kota Medan. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi perceived seriousness, perceived susceptibility dan cues to action maka akan mempengaruhi pemanfaatan layanan VCT pada ketiga responden. Hanya responden I dan III yang memanfaatkan layanan VCT, sementara responden II tidak memanfaatkan layanan VCT secara langsung. Perceived benefits and barriers juga mempengaruhi pemanfaatan layanan VCT. Meskipun responden II tidak memanfaatkan VCT secara langsung, tetapi dia merasakan manfaat sama seperti responden I dan III sehingga mereka mau memanfaatkan layanan VCT secara berkelanjutan.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi Psikologi Gambaran Pemanfaatan Layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Pada Orang Dengan Perilaku Beresiko Tinggi Tertular HIV-AIDS Ditinjau Dari Health Belief Model.






0 komentar:
Posting Komentar