Korban perkosaan biasanya akan bereksi terhadap kejadian baik ketika perkosaan terjadi maupu reaksi setelah perkosaan. Bentuk reaksi biasanya adalah emosional seperti syok, rasa tidak percaya, marah, malu, menyalahkan diri sendiri, kacau, bingung, ataupun histeris. Semua respon emosional tersebut akan mempengaruhi bagaimana mereka memaafkan kejadian dan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemaafan pada korban perkosaan.
Menjawab masalah ini, digunakan teori proses pemaafan dari Enright dan coyle (1998) yang terdiri dari empat fase; fase membuka kembali, fase memutuskan, fase bekerja dalam pemaafan dan fase pendalaman, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemaafan dan dimensi pemaafan yang dikemukan oleh Baumeister, Exline & Sommer (dalam Worthington, 1998) yang terdiri dari dimensi interpersonal dan intrapsikis.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dengan metode ini dapat memahami gejala tingkah laku manusia menurut sudut pandang responden penelitian. Selain itu, masing-masing individu memiliki keunikan tersendiri dalam melakukan pemaafan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan selama wawancara berlangsung. Responden dalam penelitian ini adalah korban perkosaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum kedua responden dapat memaafkan secara intrapsikis, tetapi jika pemaafan itu ditunjukan secara interpersonal terhadap setiap pelaku, maka kedua responden memiliki perbedaan. Responden A belum bisa memutuskan untuk memaafkan pelaku, sedangkan respoden B sudah bisa memutuskan untuk memaafkan pelaku dengan syarat pelakulah yang minta maaf kepadanya terlebih dahulu. Saran dari penelitian ini bagi korban perkosaan adalah agar dapat memaafkan kejadian dan pelaku dengan mengubah pola pikirnya tentang perkosaan dan mengembangkan empati kepada pelaku, karena empati adalah hal yang berperan dalam pemaafan. Bagi pihak pendamping korban perkosaan agar lebih memperhatikan kondisi psikis korban dibandingkan pendampingan hukum di pengadilan.
Panduan DOWNLOAD Kumpulan Skripsi super lengkap mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka dan lampiran. Skripsi Psikologi Pemafaan pada Korban Perkosaan.






0 komentar:
Posting Komentar